Showing posts with label Aneka Teks. Show all posts
Showing posts with label Aneka Teks. Show all posts

Saturday, 1 March 2014

KARYA TULIS ILMIAH



        Suatu fenomena yang terjadi di masyarakat dapat diteliti dan disajikan ke dalam karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. (Sumber : Wikipedia)
        Bentuk karya tulis ilmiah antara lain makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Setiap karya tulis ilmiah disusun secara sistematis (berurutan). Ciri-ciri karya tulis ilmiah antara lain :
  1. Memakai ragam bahasa tulis yang baku
  2. Logis (dapat diterima akal)
  3. Sistematis (ya itu tadi, berurutan)
  4. Objektif (apa adanya)
  5. Tuntas (masalah dituntaskan secara terperinci dan lengkap)
  6. Dapat diuji kebenarannya
  7. Berlaku umum (kesimpulannya berlaku secara umum)
       Tujuan kita menulis karya tulis ilmiah yaitu :
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
       Sedangkan manfaat kita menulis karya tulis ilmiah yaitu :
  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan.
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
  • Memperoleh kepuasan intelektual.
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
       Langkah-langkah menulis suatu karya tulis ilmiah yaitu :
  1. Menentukan tema / topiknya.
  2. Membatasi topik tersebut agar jelas apa yang akan di teliti.
  3. Menentukan masalah dan tujuan penelitian.
  4. Mendaftar gagasan atau masalah yang dikembangkan ke dalam karya tulis berdasarkan tema / topik yang dipilih.
  5. Menyusun kerangka hasil penelitian karya tulis.
       Bagian-bagian dalam karya tulis ilmiah antara lain :
  1. Bagian Awal
    1. Halaman sampul
    2. Halaman judul
    3. Halaman pengesahan
    4. Kata pengantar
  2. Bagian Utama
    1. Pendahuluan (berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penulisan)
    2. Isi (uraian dari permasalahan yang akan dibahas)
    3. Penutup (berisi kesimpulan serta saran dari karangan)
       Berikut ini adalah contoh dari karya tulis ilmiah :
  1. Tentang dampak globalisasi terhadap ilmu pengetahuan
  2. Tentang bahayanya merokok
  3. Tentang kebersihan lingkungan
So, if you have any opinions  or questions please leave the comment.

Source : Dari buku lks, dan dari berbagai macam website yang memiliki hak cipta atas karya ilmiah tersebut dengan perubahan seperlunya (perubahannya hanya perataannya saja).
Selengkapnya ...

Ankedot "Tiga Nasihat"

             Kali ini, saya akan membagikan suatu cerita anekdot nasihat yang berjudul "Tiga Nasihat". Sebelumnya saya akan membahas sedikit tentang anekdot. Jadi anekdot adalah cerita singkat yang lucu, konyol, dan mengesankan tentang tokoh dan peristiwa tertentu. Kalau anekdot nasihat jelaslah.... anekdot yang tujuannya adalah untuk menasihati. Tanpa berpanjang lebar ini ceritanya. :D

TIGA NASIHAT
    Pada suatu hari ada seorang yang menangkap seekor burung. Burung itu berkata kepadanya. "Aku tak begitu berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku. Nanti aku beri kau tiga nasihat." Burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika berada dalam genggaman orang itu. Yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon dan yang ketiga ketika ia sudah mencapai puncak bukit.
   Orang itu setuju, lalu ia meminta nasihat pertama. Burung itu berkata, "Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun engkau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal."
   Orang itu pun melepaskannya dan burung itu segera melompat ke dahan. Disampaikannya nasihat yang kedua. "Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti."
Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung . Dari sana ia berkata, "Wahai manusia malang! Dalam diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya.". Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun orang tersebut menagih nasihat ketiga pada burung itu.



  Si burung menjawab, "Alangkah tololnya kau meminta nasihat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali. Sudah kukatakan padaku agar jangan kecewa kalau kehilangan dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku pun tidak cukup besar untuk menyimpan dua permata besar! Kau tolol!" Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia.

Sumber dari:
http://hasbizawiyah.wordpress.com/2012/05/03/tiga-nasihat/, diakses pada tanggal 28 Februari 2014 dengan pengubahan seperlunya
             Dari anekdot tersebut ada tiga nasihat yang dapat diambil. Pertama, seseorang tidak boleh menyesal ketika sedang kehilangan sesuatu. Kedua, seseorang jangan mempercayai sesuatu yang tidak masuk akal apalagi tanpa bukti. Dan yang ketiga, kalian dapat menyimpulkan sendiri lah :).

So, if you have any problems and questions please leave the comment.
Selengkapnya ...